Buka jam 08.00 s/d jam 20.00
Beranda » Tips & Trik » Hijab Denim, Kamu Perlu Mencoba ?

Hijab Denim, Kamu Perlu Mencoba ?

Diposting pada 14 October 2017 oleh elfairuz16

Hijab Denim, Kamu Perlu Mencoba ?

Lagi-lagi, perkembangan fashion menargetkan kaum muslimah sebagai pasarnya. Apalagi kalau bukan hijab? Setelah beberapa waktu yang lalu Hipwee Style menyuguhkan tren hijab organza yang kembali mencuat dan digemari fashionista, sekarang sudah ada lagi tren hijab yang layak untuk diketahui kemunculannya. Jika kamu sudah familiar dengan hijab berbahan chiffon, spandek, rayon hingga sutra, maka kini kamu disuguhkan dengan hijab dengan bahan yang nggak biasa. Hijab denim!

Yup, denim yang biasanya digunakan sebagai bahan jaket atau celana, kali ini disulap menjadi hijab yang stylish membalut kepala. Satu hal yang terbesit di kepala saat mendengar kabar ini adalah, “Emangnya nggak panas ya, pakai hijab berbahan denim?”. Hehehe, sebelum berprasangka, yuk langsung simak saja ulasannya berikut.

Trend hijab syar’i denim pertama kali digagas oleh salah satu brand retailer asal negeri Paman Sam. Tujuannya nggak hanya memperkaya fashion, tapi juga membawa pesan keberagaman lho!

Kabar terbaru buat para hijabers ini datang dari brand retailer kenamaan, American Eagle. Pada 8 Juli lalu, brand favorit remaja ini resmi meluncurkan hijab denim secara online. Hijab denim ini nggak seperti celana atau jaket jeans yang kebanyakan bertekstur kaku dan berat, namun lebih ringan dan lembut sehingga cenderung adem dan nyaman dipakai.

Sementara itu, untuk mengampanyekan produk hijab perdananya tersebut, American Eagle menggandeng Halima Aden, model berhijab populer dunia. Cewek berdarah Somalia-Amerika ini kali pertama mencuri perhatian ketika tampil mengenakan burkini dalam kontes kecantikan. Setelahnya, ia tampil di sejumlah pekan mode dunia. Bersama dengan Halima Aden sebagai brand ambassador-nya, American Eagle ingin menyampaikan pesan tentang keberagaman, budaya, agama, dan tentu saja fashion di balik peluncuran hijab denim ini. Perilisan hijab denim ini mendapat respon yang positif di kalangan netizen dan terjual habis dalam waktu nggak lebih dari 2 minggu.

Buatmu yang suka tampilan kasual yang simpel dan santai, terapkan padu padan hijab denim dengan celana jeans, kardigan, atau jaket jeans dan nggak lupa mengenakan sneakers

 

hijab denim

Gaya kasual via hipwee.com

 

Jika ingin hijab denimmu lebih simpel dan nggak berlarian kesana-kemari, tinggal gulung dan jadikan sebagai turban saja. Bisa dipadukan dengan denim long dress seperti ini

Untuk gaya yang semi formal, kamu bisa kenakan outfit bernuansa gelap dengan high heels sebagai statement-nya

busana muslimah terbaru

Semi formal dengan high heels via hipwee.com

Nggak hanya itu, kamu pun bisa mengoleksi hijab denim syar’i yang menjuntai ke bawah hingga menutupi bagian dada. Ada beberapa variasi pilihan, salah satunya yang berhiaskan renda di bagian ujungnya

hijab syar'i terbaru

Hijab denim syar’i via galerimelodyfashion.blogspot.co.id

Mau tampil ala vintage dengan hijab denim? Bisa kok! Padu padankan saja dress atau rok rempel midi dengan atasan jaket jeans. Lalu lengkapi dengan sepatu loafer atau boots kesukaan

Yang suka tampilan sporty, kamu bisa menerapkan hijab denim dengan outfit yang dibalut hoodie atau bomber jacket seperti yang dikenakan Halima Aden ini

hijab syar'i sporty

Gaya sporty dengan jaket via hipwee.com

Atau, padukan setelan busana bernuansa serba putihmu dengan long cardi yang juga berbahan denim seperti hijab yang kamu pakai. Jangan sungkan untuk mengenakan high heels untuk mempercantik tampilanmu

gamis syar'i

Padu padan long cardi via hipwee.com

Jika mungkin kamu sudah pernah melihat atau bahkan mengenakan hijab denim sebelum tren ini muncul, artikel ini akan membuatmu kembali ingin berpenampilan trendi dengan memadupadankan hijab denim. Dan setelah ini, sudah bisa dipastikan akan ada banyak dijual hijab denim dengan beragam varian yang tersedia di pasaran. Jadi bagaimana, kamu tertarik? Semoga bisa menginspirasi, ya!

#hijab syar’i

Sumber : http://www.hipwee.com/style/merek-fashion-asal-amerika-luncurkan-hijab-denim-inilah-8-alasan-kenapa-kamu-perlu-mencoba-tren-ini/

__________________________________________

 

Adab Berpakaian Lelaki Muslim

 

Bismillaah..

 

Pakaian busana muslim merupakan nikmat agung yang telah Allah anugerahkan kepada hamba-hamba-Nya, supaya mereka menutup aurat mereka dengannya. Kemudian, Allah menambahkan kenikmatan tersebut dengan menganugerahkan ‘riyaasy’ (pakaian indah) sebagai perhiasan. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kalian pakaian untuk menutupi aurat kalian dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang lebih baik. Hal itu semua merupakan ayat-ayat Allah, supaya mereka berdzikir mengingat-Ku.” (QS. al-A’raf : 26).

Oleh karena itu, seorang Muslim hendaknya memperhatikan ada-adab yang berkaitan dengan pakaian, diantaranya :

Wajib menutup aurat

Imam Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan dalam tafsirnya terhadap ayat di atas, “Allah telah memberikan kenikmatan kepada hamba-hamba-Nya berupa pakaian dan raisy (pakaian indah). Pakaian digunakan untuk menutup aurat, dimana hal ini merupakan perkara yang wajib; sedangkan raisy digunakan untuk perhiasan, dimana hal ini merupakan penyempurna dan tambahan.” (Tafsirul Quranil ‘Adziim).

Menutup aurat merupakan adab mulia yang diperintahkan dalam agama islam. Bahkan, seseorang dilarang melihat aurat orang lain, karena hal tersebut dapat menimbulkan kerusakan, dimana syariat menutup semua celah terjadinya kerusakan. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah seorang laki-laki melihat aurat laki-laki lainnya. ….” (HR. Muslim, 338) Jumhur ulama mengatakan bahwa aurat laki-laki ialah dari lutut hingga pusar.

Mengenakan pakaian sederhana ( baju koko )

Hendaknya seorang muslim meninggalkan pakaian mewah dan mahal. Hal ini dapat menjauhkannya dari sifat sombong, dan menjadikannya dekat dengan orang-orang sederhana dan miskin. Selain itu, Allah akan menjauhkannya dari sifat suka berfoya-foya, serta perasaan iri dan dengki dari sesama muslim. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa meninggalkan suatu pakaian dengan niat tawadhu’ karena Allah, sementara ia sanggup mengenakannya, maka Allah akan memanggilnya pada hari kiamat di hadapan seluruh makhluk, lantas ia diperintahkan untuk memilih perhiasan iman mana saja yang ingin ia pakai.” (HR. Ahmad, dan Tirmidzi, lihat Silsilatul Ahaadist ash-Shahiihah : 718)

Memulai dari sebelah kanan

Ummul mukminin, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam suka mendahulukan bagian kanan daripada bagian yang kiri ketika mengenakan sandal, bersisir, bersuci, dan dalam semua urusannya (yang mulia).” (Muttafaqun ‘alaih)

Imam an-Nawawi rahimahullah mengatakan, “Kaidah dalam syariat bahwasanya disunnahkan memulai dengan kanan dalam semua urusan yang berkaitan dengan kemuliaan dan keindahan. ” (Syarh Muslim : 1/3/160)

Memakai pakaian Putih

Pakaian berwarna putih lebih baik dari pakaian berwarna lain, walaupun itu tidak terlarang. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pakailah pakaian berwarna putih, karena pakaian berwana putih lebih suci dan lebih baik. Kafankanlah jenazah kalian dengan kain putih” (HR. Ahmad, an-Nasaa’i, dan selain keduanya, lihat Shahiihul Jaami’ : 1235)

Tidak mengenakan pakaian syuhrah (sensasional)

Dikatakan pakaian syuhrah karena pakaian tersebut membuat pemakainya menjadi pusat perhatian, baik karena jenis pakaian tersebut sangat mewah, atau sangat berbeda dengan kebanyakan orang, atau pakaian tersebut sudah sangat lusuh dan compang-camping, atau pakaian tertentu yang dipakai agar menjadi terkenal.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa memakai pakaian syuhrah, maka Allah akan memakaikan pakaian yang serupa pada hari kiamat nanti. Kemudian, dalam pakaian tersebut akan dinyalakan api Neraka.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah, lihat Shahiihul Jaami’ : 6526)

Tidak memanjangkan pakaian hingga melewati mata kaki (isbal)

Hadis-hadis yang melarang isbal (bagi laki-laki) sangat banyak, bahkan mencapai batas hadis mutawatir maknawi. Hadits-hadits dalam masalah ini diriwayatkan dari banyak shahabat, seperti : Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Ibnu Mas’ud, Abu Huraira, Anas, Abu Dzar, dan selain mereka radiyallahu ‘anhum ajma’iin.

Diantara hadis-hadis tersebut ialah

Sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, “Kain sarung yang terjulur di bawah mata kaki tempatnya ialah di neraka.” (HR. Bukhari : 5787)

Beliau juga bersabda, “Tiga macam orang yang pada hari kiamat nanti Allah tidak akan mengajak bicara, tidak melihat mereka, tidak menyucikan mereka, dan bagi mereka adzab yang pedih.” Kemudian beliau melanjutkan, “(Yaitu) musbil (orang yang isbal), mannaan (orang yang mengungkit-ungkit pemberian), dan orang yang melariskan barang dagangannya dengan sumpah palsu.” (HR. Abu Dawud, dan dishahihkan oleh al-Albaaniy)

Oleh karena itu, pengharaman isbal secara umum bagi laki-laki merupakan perkara yang disepakati oleh para ulama.

Isbal dan kesombongan

Isbal merupakan dosa besar jika disertai dengan kesombongan. Isbal juga tetap diharamkan, menurut pendapat yang paling kuat, walaupun tanpa disertai kesombongan, karena isbal itu sendiri merupakan kesombongan. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hati-hatilah kamu dari isbal, karena sesungguhnya isbal merupakan kesombongan.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud, lihat Shahiih Abi Dawud : 3442)

Dimanakah sebaiknya ujung sarung / celana?

Dalam hal ini, terdapat tiga keadaan dimana semua keadaan tersebut merupakan sunnah dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam.

Tepat di tengah betis. ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu berkata, “Sarung Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam ialah sampai di tengah betis beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Tirmidzi). Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Sarung seorang mukmin ialah sampai di tengah betis.” (HR. Muslim)

Sedikit di atas tengah betis. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sarung seorang mukmin ialah sampai sedikit di atas tengah betis, kemudian sampai tengah betis, kemudian sampai dua mata kaki. Maka barangsiapa di bawah kedua mata kaki, maka dia di Neraka.” (HR. Ahmad dan Abu ‘Awwaanah)

Di antara tengah betis, hingga mata kaki. Batasan ini bisa diambil dari hadis di atas.

Untuk mendapatkan penjelasan lebih rinci dalam masalah ini, silahkan meruju’ ke kitab Hadduts Tsaub wal Uzroh, wa Tahriimul Isbaal wa Libaasu Syuhrah karya Syaikh Bakr Abu Zaid rahimahullah.

Tidak memakai emas dan pakaian sutra

 

Emas dan pakaian sutra haram dipakai oleh kaum laki-laki, tetapi boleh bagi kaum wanita. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Emas dan sutra dihalalkan bagi kaum wanita dari umatku, dan diharamkan bagi kaum laki-laki.” (HR. Ahmad dan Nasaa’i, lihat Shahiihul Jaami’ : 209)

Tidak menyerupai pakaian orang kafir

Diantara sikap yang seharusnya dimiliki seorang muslim ialah berusaha menyelisihi setiap urusan orang-orang Yahudi, Nashrani, dan orang-orang Musyrik (hindu, budha, dan selainnya). Penyelisihan ini mencakup juga penyelisihan dalam hal berpakaian.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka.” (HR. Abu Dawud, Syakh al-Albani mengatakan, “hasan shahiih”)

Tidak menyerupai wanita

Disadari atau tidak, perkara ini telah tersebar di zaman sekarang ini. Kita banyak mendapatkan sebagian pemuda yang menyerupai kaum wanita dalam berpakaian, berhias, dan memilih warna. Padahal, perkara itu merupakan perkara yang dilaknat oleh Allah Ta’ala. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah melaknat wanita yang menyerupai laki-laki, dan laki-laki yang menyerupai wanita.” (HR. Bukhari 5885)

 

Beliau juga bersabda, “Allah melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita, dan wanita yang memakai pakaian laki-laki.” (HR. Abu Dawud dan Hakim, lihat Shahiihul Jaami’ : 5095).

Bersyukur dan mengamalkan doa-doa yang berkaitan dengannya

Segala kenikmatan yang diperoleh oleh seseorang merupakan karunia dari Allah Ta’ala semata. Demikian juga dengan pakaian, dimana hal tersebut merupakan kenikmatan yang sangat agung, juga merupakan karunia dari Allah Ta’ala. Dia Ta’ala berfirman yang artinya, “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kalian pakaian untuk menutupi aurat kalian dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang lebih baik. … ” (QS. al-A’raf : 26)

Oleh karena itu, sudah seharusnya kita bersyukur atas itu semua, baik dengan hati, lisan, dan anggota badan kita.

Di sisi lain, sebagai bentuk kasih sayang Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam kepada kita, beliau telah mengajarkan doa-doa khusus yang berkaitan dengan pakaian, mulai dari doa ketika kita memakai pakaian baru, doa kepada orang yang memakai pakaian baru, dan doa-doa lainnya. Maka, hendaknya seorang muslim bersemangat dalam menghafal dan mengamalkan doa-doa tersebut. Silahkan meruju’ ke kitab-kitab doa untuk melihat secara rinci tentang hal ini, misal kitab Hisnul Muslim karya Syaikh Sa’id bin Wahf al-Qahthaaniy hafidzahullaah.

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan pakaian kepada kita sebagai rezeki dari-Nya, tanpa daya dan kekuatan dari kita.

Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad, keluarga, shahabat, dan orang-orang yang mengikuti jalan mereka hingga hari kiamat nanti.

Maraji’ Utama :

Kitaabul Aadaab, karya Fuad bin Abdul ‘Aziiz Syalhub rahimahullah

Mausuu’atul Aadaab al-Islaamiyah (edisi terjemahan), karya ‘Abdul ‘Aziiz bin Fathi rahimahullah

Hadduts Tsaub wal Uzroh, wa Tahriimul Isbaal wa Libaasu Syuhrah karya Syaikh Bakr Abu Zaid rahimahullah

—Penulis : Prasetyo (Mahasiswa STDI Imam Syafi’i Jember)

Artikel Muslim.Or.Id

 

Bagikan informasi tentang Hijab Denim, Kamu Perlu Mencoba ? kepada teman atau kerabat Anda.

Hijab Denim, Kamu Perlu Mencoba ? | elfa Store

Belum ada komentar untuk Hijab Denim, Kamu Perlu Mencoba ?

Silahkan tulis komentar Anda

Temukan Kami
Sidebar Kiri
Kontak
Cart
Sidebar Kanan